Talkshow Happy Friday Trijaya FM Sby : Rahasia Sukses Bisnis Online (part-1)

Talkshow Happy Friday Trijaya FM Sby : Rahasia Sukses Bisnis Online (part-2)

Talkshow Happy Friday Trijaya FM Sby : Rahasia Sukses Berbisnis Online (part-3)

Today's Words

Bersyukurlah dengan apa yang kita miliki.
Dan lakukan yang terbaik yang bisa kita lakukan hari ini demi masa depan kita.
Allah SWT tidak akan mengubah nasib seseorang, jika orang tsb tidak mau mengubah nasibnya sendiri.
Go...Go...Go...!!!
Tampilkan postingan dengan label Sharing Bisnis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sharing Bisnis. Tampilkan semua postingan

Kamis, 01 April 2010

Makhluk Unik Bernama "PASSION"

Ini adalah tulisan suami saya, Andi Sufariyanto, yang saya ambil dari blog-nya. Semoga bermanfaat.

Siang tadi saya ngobrol via YM dengan salah satu member TDA yang saat ini berdomisili di Jogja. kebetulan rekan saya ini juga memiliki bisnis yang mirip dengan salah satu unit bisnis Adila group, yaitu Virto. Dari pembicaraan kita, saya akhirnya tahu bahwa bisnis itu peninggalan dari orang tuanya dan beliau merasa berkewajiban untuk melanjutkannya. Akan tetapi di perjalanannya, bisnis tersebut belum mampu melesat seperti harapannya.

Kemudian saya ceritakan dengan latar belakang Virto didirikan. Sebenarnya alasannya cukup simpel, yaitu saya ingin memiliki kantor yang cukup layak untuk dikunjungi oleh kolega bisnis saya, dan sekaligus tempat yang layak untuk mengadakan pertemuan rutin tim saya. Berangkat dari situlah Virto dibuat. Dan ternyata dalam proses realisasinya, saya melihat bahwa kebutuhan akan kantor representatif ini sangat besar, terutama untuk kalangan UKM. Dari situlah saya menggali lagi info tentang konsep virtual office, serviced office beserta layanan pendukungnya. Dan muncullah AHA....kenapa tidak dikomersilkan saja sehingga saya dapat memiliki kantor tanpa harus mengeluarkan biaya operasionalnya. Dari situlah semuanya mengalir, dan sebenarnya masih banyak lagi ide yang menunggu untuk direalisasikan.

Kembali ke pembicaraan saya dengan rekan saya ini, dari pembicaraan kami akhirnya berujung pada satu titik, yaitu passion. Ternyata kewajiban untuk meneruskan bisnis tersebut belum diimbangi dengan passionnya, jadi belum dapat feelingnya. Padahal passion ini menurut saya sangatlah penting.
  1. Passion dapat membuat ide - ide segar dalam bisnis bermunculan.
  2. Passion yang senantiasa me recharge semangat kita walaupun perjalanan bisnis kita belum sesuai harapan.
  3. Passion akan membuat kita sebagai influencer, sehingga mampu menarik minat pelanggan tanpa harus melakukan hard sellling.

Apalagi dengan perkembangan social media saat ini, dimana setiap orang sangat mudah untuk berhubungan satu sama lainnya, passion meruupakan salah satu komponen yang sangat penting dalam mempengaruhi opini orang lain. Ada banyak contoh nyata, mulai dari Oprah Winfrey, Tony Heish (Zappos) sampai Richard Branson (Virgin). mereka adalah orang - orang yang sangat passionate dalam mengelola bisnis mereka dan terbukti bahwa bisnis mereka saat ini semakin menggurita.

Passion ini jugalah yang akhirnya membuat saya terjun menggeluti dunia entrepreneurship, walaupun saat ini masih banyak hal yang harus saya pelajari. Passion juga yang membuat saya terus bangkit walaupun diterpa badai berkali - kali (saya sudah lebih 10 kali mengalami kegagalan dalam mengelola bisnis). Dan menariknya, passion itu bukanlah sesuatu yang harus dimiliki dari awal. Passion itu ternyata dapat kita ciptakan dan bentuk sesuai keinginan kita.

Intresting isn't it?

Berbisnis dengan Hati di Power Lunch Femina

Pada bulan Desember 2009 yang lalu, saya diundang Majalah Femina untuk mengikuti acara Talkshow Power Lunch. Power Lunch, sebuah acara pertemuan dengan para wanita pebisnis, digelar sebagai penutup pogram Wanita Wirausaha BNI-femina 2009, sekaligus untuk memperingati Hari Ibu. Sekitar 200 undangan menghadiri acara di Hotel JW Marriott - Jakarta itu yang mengusung tema Berbisnis dengan Hati. Hadir pula para pemenang peserta Kompetisi UKM Femina tahun 2008 (saya salah satunya), dan juga para pemenang dan finalis Kompetisi UKM Femina tahun 2009.

Menghadirkan empat pembicara utama, yaitu Suzy Hutomo, CEO The Body Shop Indonesia, Susi Pudjiastuti, Presiden Direktur PT ASI Pudjiastuti Aviation, Obin Komara, seniman kain dan pengusaha batik, serta pengamat ekonomi Dr. Aviliani sebagai pembahas.

"Sebagai entrepreneur, kita baru disebut sukses kalau bisa membuat orang menyukai dan punya connection dengan produk kita."

Begitulah jawaban Suzy Hutomo, CEO The Body Shop Indonesia, ketika ditanya Farhan, host acara tersebut tentang apa arti entrepreneur yang sukses. Meski digelar cukup singkat, hanya 3 jam, acara berlangsung meriah. Sebelum talkshow, dipaparkan hasil-hasil kegiatan program Wanita Wirausaha selama tahun 2009 oleh Svida Alisjahbana, CEO Femina Group. Acara lalu berlanjut dengan pemberian hadiah untuk 7 pemenang Lomba Wanita Wirausaha, serta pemberian sertifikat 'kelulusan' bagi 25 peserta Workshop Wanita Wirausaha yang mengikuti lengkap keempat modul.

Salah satu point penting yang saya dapatkan dari acara tersebut adalah pentingnya memiliki PASSION atas apa yang kita kerjakan, termasuk dalam hal berbisnis. Tanpa memiliki passion yang tinggi atas apa yang kita kerjakan, mustahil kita mampu bertahan dan terus berjuang dalam menjalankan bisnis kita, apapun bentuknya.

Sedangkan Obin, banyak bercerita tentang pentingnya orisinalitas. Orisinalitas muncul dari perjuangan untuk terus menjadi kreatif. Dengan kreatif, maka muncullah ide-ide baru yang membuat kita berbeda dari yang lain. Dengan orisinalitas pula, maka konsumen akan menghargai apa yang kita tawarkan dan kita jadi punya nilai lebih di mata konsumen kita, apalagi dibandingkan dengan produk sejenis.

Susi Pudjiastuti, salah satu idola saya dalam dunia bisnis, banyak bercerita tentang perjalanannya memulai dan mengembangkan bisnisnya yang kini telah beranak pinak menjadi beberapa jenis usaha. Susi sungguh pribadi yang penuh kontradiktif. Ia bermetamorfosis dari gadis kampung, menjadi warga dunia dan sukses sebagai wanita pengusaha bidang perikanan dan jasa penerbangan. Berbagai penghargaan ia terima. Mulai dari Pelopor Wisata dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Barat, Young Entrepreneur of the Year dari Ernst and Young Indonesia, serta Primaniyarta Award for Best Small & Medium Enterprise Exporter dari Presiden Republik Indonesia. Tahun 2006, ia menerima Metro TV Award for Economics, Inspiring Woman Award for Economics.

Susi yang cuma lulusan SMP, kini Presiden Direktur PT ASI Pudjiastuti Marine Product dan Presiden Diretur PT ASI Pudjiastuti Aviation yang mengoperasikan Susi Air. Di luar itu, aktivis lingkungan independen ini juga dipercaya sebagai Board of Directors HNSI (Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia) bidang hubungan dalam negeri; serta Ketua Komisi Pengembangan Usaha Kecil dan Menengah pada KADIN. Kini ia juga dipercaya sebagai dosen tamu pada program pendidikan di lingkungan BRI dan Telkom, bahkan juga dipercaya menjadi dosen tamu di ITB, IPB, dan UGM.

Sungguh, tiga orang tersebut adalah wanita hebat di bidangnya. Satu kesamaannya, pantang menyerah, berempati, dan memiliki passion yang tinggi atas apa yang dikerjakannya. Banyak wawasan dan cerita baru yang saya dapatkan hari itu. Dan, semakin memberi semangat dan inspirasi untuk terus eksis dan membesarkan brand kami, yaitu Pourvous Natural Body Care, dengan terus berinovasi dan dijalankan dengan penuh Passion. Semangat!!!

Minggu, 28 Maret 2010

Bisnis Kecantikan Berawal dari Olahan Dapur Rumah


Liputan Tabloid KONTAN Edisi 15–21 Februari 2010
Ditulis oleh : Diade Riva Nugrahani

Mengintip kisah sukses Laila Asri mengembangkan produk kecantikan Pourvous


Keinginan untuk tetap tampil cantik dengan biaya terjangkau memberi inspirasi Laila Asri menggeluti bisnis perawatan tubuh. Ibu muda ini mengolah rempah-rempah lokal menjadi berbagai produk perawatan tubuh yang cukup diperhitungkan.

Setiap wanita selalu menginginkan tampil cantik dan indah. Tapi, harga buat memoles penampilan itu tidak murah. Apalagi produsen perawatan tubuh (bodycare) hampir selalu meluncurkan produk baru ke pasar tiap bulan. Harganya memang beragam, tergantung merk dan manfaatnya.

Laila Asri seorang ibu rumah tangga yang tinggal di Surabaya, sadar dengan hal ini. Tapi, setelah melihat bahan kandungan bahan baku produk perawatan tubuh itu bisa ditemukan dengan mudah, ia lantas berpikir untuk membuat sendiri. Kini, ia memiliki banyak produk dengan merk Pourvous. Usaha yang belum genap dua setengah tahun itu sudah menghasilkan omzet ratusan juta rupiah sebulan.

Jalan panjang Laila menekuni bisnis sudah terlihat sejak lama. Saat remaja, ia suka mencoba berbagai merk bodycare. “Saya termasuk pengguna beberapa merk sekaligus, “jelas ibunda Alyka Putri Adila dan Maisha Putri Adila ini.

Biasanya, ia memilih produk perawatan lokal dan impor. “Hanya saja, lama kelamaan, saya merasa harganya mahal. Saya tertarik mengamati bahan-bahan apa saja yang digunakan,” jelas Laila.

Setelah meriset, Laila cukup terkejut. Pasalnya, hampir semua bahan-bahan utama yang diperlukan untuk membuat bodycare bisa ditemukan disekitar dapur rumahnya. Lantas, pada September 2007, dia mencoba membuat sendiri pelembut kulit (body lotion) dari bahan-bahan tradisional. Produk perdananya ini, Laila mengakui, benar-benar buatan tangan sendiri alias handmade. Ia menggunakan bahan-bahan sederhana dan terbatas. Misalnya, minyak zaitun, minyak esensial, susu cair dan garam. “Resepnya saya dapat dari internet,” jelas Laila.
Laila lantas mengujicoba hasil percobaan itu pada kulitnya sendiri. Meski belum sempurna, dia tak lantas berputus asa. “Saya terus mencoba sampai akhirnya mendapat bentuk dan aroma seperti yang saya inginkan,”ungkapnya. Laila Asri banyak bereksprimen membuat produk kecantikan di dapur dengan bermodal panci dan mixer.

Sejak itu perempuan kelahiran Surabaya, 20 Juli 1981 ini tergelitik terus bereksperimen. Padahal Laila sama sekali tidak memiliki latar belakang di bidang ini. Proses kerjanya selayaknya ilmuwan. Bedanya, ia lebih banyak bereksperimen di dapur dengan bermodal panci dan mixer. “Saat membuat body lotion pertama kali, saya mengibaratkannya seperti membuat kue. Sebab peralatan yang di gunakan hampir sama, “jelasnya sambil tertawa. Setelah puas dengan body lotion buatannya, Laila lantas memasarkan produk Pourvous.Dalam bahasa Prancis, artinya untuk anda.

Ia juga mengemas hasil karyanya dengan gaya etnik agar tampak lebih menarik. Laila menggunakan kemasan botol kaca yang sudah diseterilkan dan dihias. Selain di beri label warna-warni, produknya juga di permanis dengan kertas daur ulang warna cokelat berpita.
Awalnya, Laila menawarkan Pourvous ke sejumlah teman dekat dan kerabatnya. Dari sana ia mendapat banyak saran dan kritikan. “Saya sering dapat complain tentang sisi ketahanan produk yang terlalu pendek, kemasan botol yang mudah pecah, dan lain-lain. “paparnya. Banyak kritikan itu memacu semangat Laila untuk menciptakan produk yang lebih baik. Untuk modal produksi lebih banyak, Laila lantas meminjamkan duit Rp 2,5 juta ke bank. Saat itu, mulai menerima pesanan dalam jumlah besar. Kebetulan salah satu distributor garmen minta dibuatkan parsel berisi perawatan tubuh sebagai bingkisan Idul Fitri. Pesanannya mencapai 150 paket senilai 15 juta. Isi parsel itu body lotion, body scrub, massage oil, sabun handuk kecil, dan sisir terapi. Meski hanya dibantu seorang pekerja, Laila berhasil menyelesaikan pesanan sesuai tanggal waktu.

INGIN JADI MEREK GLOBAL

Setelah membuat parcel, Laila mendapat tawaran ikut pameran. “Pendapatan dari penjualan parsel saya putar untuk memproduksi produk pameran,”jelas Laila. Hasilnya, semua produknya ludes hanya dalam lima hari. Ia mengantongi uang hingga puluhan juta rupiah.
Kini setelah lewat dua tahun, sistem produksi dan pemasaran Pourvous sudah jauh berkembang. “Kami bekerja sama dengan beberapa supplier dari level UKM sampai manufaktur dalam proses produksi.,”ujar Laila. Selain bisa mendapatkan produk berkualitas, sistem outsourcing dapat menjaga cashflow usahanya tetap positif.

Kini volume produksi berbagai bodycare Pourvous telah mencapai 4000 botol sebulan. Laila masih ingin mengembangkan Pourvous. Dalam waktu dekat, ia akan membuat produk bodycare yang aman bagi anak-anak.” Selama ini produk untuk anak-anak masih sangat jarang dan harganya mahal.,”dalih Laila. Laila juga ingin menjadikan Pourvous sebagai merk global. “Kami mengikuti perkembangan global dan berupaya menyesuaikan produk kami dengan selera global,” jelasnya.

Sejak kecil, Laila Asri tergolong anak yang aktif dan tidak bisa diam. Ia sering mengikuti berbagai kegiatan, mulai baca puisi, teater, menulis, hingga karya ilmiah. Selain itu, ia juga punya hobi travelling. “ Berpergian ke suatu kota atau negara yang yang belum pernah saya datangi, membuat saya mendapat wawasan baru, “ jelas istri Andi Sufariyanto ini.
Tapi, saat ini, Laila menunda semua rencana travelling-nya. Sebab, dirinya tengah enam bulan mengandung anak ketiganya. Alhasil, ia lebih banyak mengisi kegiatan sehari-hari dengan membaca majalah bisnis dan wanita. “Dari situ, saya bisa mengetahui selera dari target pasar kami,” ujarnya.

Perempuan yang kini tengah sibuk menyelesaikan kuliahnya di jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Airlangga, Surabaya ini juga tak pernah bisa lepas dari anak-anaknya. “Cita –cita saya memang ingin jadi momtrepreneur, jadi lebih dekat dengan anak-anak,”katanya sambil tertawa. Untuk itu, Laila kerap mengikutsertakan anaknya dalam bisnis yang ia geluti. Misalnya saja, beberapa waktu lalu, dia mengajak anak-anaknya survei ke lokasi pabrik di Jogjakarta.” Saya dan suami sepakat untuk melibatkan anak-anak sedini mungkin dalam kegiatan bisnis. Sehingga mereka jadi terbiasa dengan ritme kerja orang tuanya,” jelas Laila.

Senin, 18 Mei 2009

Sharing Perjalanan Menghadiri IBM & MIHAS 2009 di Kuala Lumpur

Dear all friends...

Alhamdulillah, untuk kedua kalinya kami mendapat undangan mengikuti International Buyer Meeting (IBM) dan MIHAS (Malaysia International Halal Show) dari MATRADE (Malaysia External Trade Development Corporation) di awal Mei 2009 ini. Yang pertama adalah saat ada event INTRADE (International Trade Malaysia), bulan November 2008 lalu. Satu hal yang menarik dari event ini adalah berkumpulnya Calon Buyer dari berbagai negara di dunia untuk bertemu langsung dengan pengusaha-pengusaha Malaysia, mulai level UKM sampai dengan Corporate besar.

Karena ini yang kedua kalinya saya ke Kuala Lumpur, jadi Alhamdulillah sudah lumayan paham tentang peta jalan di KL, terutama kalau ke tempat-tempat favorit. Tapi jangan khawatir, di KL, ada berbagai macam jenis transportasi yang dibuat untuk memudahkan siapapun yg datang ke sana, entah itu penduduk setempat, turis, maupun pendatang. Mulai dari yang basic seperti taksi (kalau yg ini saya ga pernah naik, di Indonesia kan ada...), bus, monorail, dan yang jadi favorit saya : MRT. Kenapa jadi favorit ? karena pemberhentiannya banyak banget, terutama di tempat-tempat favorit kayak Suria KLCC (ini mall yang jadi satu sama gedung menara kembar Petronas), Bukit Bintang (ini area kompleks pusat perbelanjaan, seperti Pavilion Plaza, Bukit Bintang Mall, Sungai Wang Plaza, dll), Pasar Seni (kalau ini tempat berkumpulnya PKL, tempat beli oleh-oleh yang murah meriah-tapi tetap harus ditawar lho), KL Sentral (ini pusatnya terminal di KL, tapi modelnya kayak Mall), dan lain sebagainya. Semua serba tersistem, bersih, dan terawat.

Hari pertama begitu tiba di Hotel Legend (ini hotel bintang lima yang jadi satu sama mall, The Mall), setelah check in dan meletakkan barang bawaan, kami (saya dan GM Pourvous-Ika Satyawati) langsung cabut ke Suria KLCC. Naik MRT dari terminal PWTC (sebelahan sama Hotel Legend) dengan tiket seharga RM 1,20 kami turun di terminal Masjid Jamek lalu berganti MRT dengan tujuan KLCC seharga RM 1,20. Tiket ini bisa dibeli di loket atapun di mesin tiket otomatis. Tinggal klik terminal tujuan, masukkan uang ke lubang uang dan tiketnya akan keluar beserta uang kembaliannya. Simple kan?

Sesampainya di Terminal KLCC (yang terletak di basement Suria KLCC-Petronas), tujuan utama adalah ke Suria KLCC Park untuk berfoto dengan latar belakang Menara Petronas. Karena sudah pernah berfoto disana, saya tidak tertarik lagi untuk berfoto. Saya lebih memperhatikan Taman KLCC yang luas, sejuk dan bersih. Berbagai aktivitas bisa dilakukan disini, seperti olahraga, piknik, jalan-jalan sama si kecil, ngobrol sama teman-teman/keluarga, duduk-duduk santai, bahkan mau internetan pake laptop juga bisa soalnya sudah Wi-Fi...(kapan ya Indonesia punya tempat kayak gini...)

Lalu, mulailah kami meng-eksplore isi Mall (karena pas pertama dulu kesini ga sempet muter-muter). Yang dicari : produk sejenis dengan Pourvous, dan mencari ide baru untuk pengembangan kami. Ada beberapa produk bodycare yang dijual Suria KLCC, macam The Body Shop, L'Occitane, The Face Shop...kalau ini sih di Indonesia juga ada. Tapi ada yang menarik di Suria KLCC ini. Bayangkan saat kami datang adalah hari SENIN, dan mall in RAMAI SEKALI...padahal hari senin kalau di mall di Surabaya adalah hari paceklik...ada banyak turis yang juga sedang menghabiskan waktu di mall ini...padahal kalau dari segi tenant yang ada, sama aja dengan di Indonesia, khususnya di Jakarta. Nuansa yang ada adalah seperti everyday is weekend...

Hari kedua dan ketiga di KL, diisi acara IBM di menara Matrade. Dari jadwal yang kami terima semalam, dua hari ini kami full, artinya dari jam 10.00 s/d 17.00 tidak ada waktu tersisa. Dan memang itu yang kami harapkan, karena tujuan utama ke KL adalah untuk menghadiri IBM. Lalu satu per satu perwakilan perusahaan datang untuk presentasi di meja kami. Ada juga beberapa yang tidak hadir, tapi akhirnya tergantikan oleh perusahaan yang tidak punya janji presentasi dengann kami, namun mereka melihat dari list buyer tentang apa yg kami cari dan mereka lalu presentasi.

Ini menarikya IBM dan dua kali menghadiri IBM, saya selalu suka denga program ini. Kenapa ? karena saya melihat bagaimana seriusnya pemerintah Malaysia melalui MATRADE untuk memperkenalkan pengusaha mereka langsung ke buyer potensial. Dan saya juga melihat, bagaimana seriusnya pengusaha Malaysia dengan program IBM ini. Bahkan tidak jarang yang turun langsung presentasi bukan hanya Marketing Managernya, saya beberapa kali bahkan bertemu dengan level Direktur Utama, CEO, bahkan Owner langsung yang presentasi kepada kami. Mereka sudah siap dengan presentasi, sample product, CD Company profile dan katalog. Terlihat bahwa mereka mempersiapkan semuanya dengan serius. Karena tidak ada kesempatan yang datang dua kali, mereka sudah siap dengan berbagai 'senjata' untuk siap 'bertempur'.

Pertanyaannya, bagaimana dengan kita ? Apakah kita benar-benar sudah 'siap tempur' ? kaarena kalau dari segi produk, produk Indonesia tidak kalah, bahkan banyak yang jauh lebih baik. Tapi memasarkan produk tidak hanya dilihat dari produknya saja yang bagus, tapi juga berbagai hal yang berkaitan dengannya, misalnya packaging, marketing tools, branding, marketing communications, negotiation, dan lain sebagainya. Sudah siapkah kita ?

Juga saat kami mengunjungi ShowCase Room (ini semacam ruangan pamer untuk mendisplay produk-produk malaysia). Hanya ada satu kata : Mengagumkan. Kita bisa melihat berbagai produk buatan Malaysia di satu tempat yang nyaman, dng informasi yang lengkap (setiap showcase ada laci yang berisi brosur, katalog dan kartu nama dari tiap-tiap produk yang dipajang). Dan yang dipajang di sana mulai dari sarung tangan, kosmetik, snack, tempat tidur, pipa, mobil, bahkan dapur lengkap dengan isinya dan masih banyak lagi. Lalu, saya bandingkan dengan kondisi ShowCase di beberapa instansi yang pernah saya datangi, dan berpikir kenapa mereka tidak bisa membuat seperti ini, toh kan banyak pejabat kita yang sering 'studi banding' ke Malaysia (atau ke negara lain), lalu apakah mereka tidak pernah ke Matrade dan mengunjungi ShowCase Room ini ? Hanya Tuhan dan mereka yang pernah 'studi banding' yang tahu jawabannya.

Belum lagi saat GM Pourvous melakukan Visite ke salah satu manufacturing company disana yang berjarak sekitar 45 menit dari KL. Manufacturing-nya sih tidak terlalu besar. Banyak perusahaan di SIER yang jauh lebih besar. Tapi semangat dan rasa percaya diri mereka memberikan keyakinan kepada calon buyer bahwa mereka serius untuk berbisnis dengan buyer-buyernya. Dan mereka betul-betul memberikan services yg memuaskan, mulai dari penjemputan sampai selesai. Bayangkan, dari level pemerintah sampai ke level pelaku usaha langsung (dari level CEO sampai ke bawah), semuanya punya komitmen untuk maju.

Saya jadi berpikir, kapan kita punya pemerintah yang seperti ini, dengan sistem yang seperti ini...lalu akhirnya kami pun berpikir, kalau mau maju, jangan menggantungkan hidupmu pada siapapun...dan pelajaran ini pun semakin meyakinkan kami bahwa KITA BISA, dengan atapun tanpa bantuan pemerintah. Dan tentunya ini menjadikan kita lebih 'struggle' karena terbiasa dalam kondisi yang lebih sulit, tanpa sistem pemerintahan yang mendukung, dan tanpa program pemerintah yang bersahabat dng dunia usaha.

Oya, di hari kedua setelah IBM, kami menyempatkan ke Bukit Bintang. Tujuan utama adalah Pavilion Plaza (kami kesana hari Selasa, dan kondisinya sama seperti di SUria KLCC : Ramai banget) Dan benar saja, di tempat ini kami menemui banyak sekali outlet yang menjual produkk bodycare, dan kami pun belajar banyak dari sana. Hasilnya ? Tunggu saja kejutan dari Pourvous...

Semoga sharing ini bisa bermanfaat untuk teman-teman semua...

--
===
Laila Asri
My blog : www.lailaasri.blogspot.com

PT Adila Imperium, Holding Company
www.adilagroup.com

Sabtu, 18 Oktober 2008

Pengalaman Pertama Pourvous diliput Televisi Nasional

Alhamdulillah, hari Jum'at 17 oktober lalu, Pourvous mendapat kesempatan untuk diliput oleh salah satu televisi nasional, SCTV. Liputan ini ditujukan untuk segmen UKM bertajuk "Cabe Rawit" yang merupakan salah satu bagian dari Liputan 6. Kabar mengenai peliputan ini saya dapatkan dari Pak Arif Forda UKM Jatim serta salah satu teman suami saya, Aditya Hayu dari Popline.

Mendapat kesempatan seperti ini jelas menggembirakan buat saya dan seluruh team PourVous serta team AdilaGroup. Apalagi liputan ini GRATIS dan menampilkan contact person dan alamat langsung dari UKM yang sedang diliput. Kapan lagi bisa dapat kesempatan emas ini, walaupun jujur sempat neourvous juga menghadapi detik-detik peliputan...


Dan saat peliputan tiba, sang Peliput dari SCTV alias Video Journalist 'Mas Julianus ' ternyata adalah seorang single fighter, karena beliau tidak hanya menjadi reporter, tapi juga sekaligus kameramen. Wah, ternyata hebat juga mas yang satu ini. Dan beberapa pengambilan gambar pun dimulai, mulai dari saat team PourVous melakukan pemotongan beberapa bahan baku, pemilihan bahan baku, QC, sampai dengan packing. Juga sempat diliput sesaat untuk "Dapur PourVous" yang merupakan ruangan meracik beberapa produk bodycare. Juga saat kami melakukan sterilisasi untuk alat dan ruangan tempat kami melakukan pembuatan beberapa Body Care products.

Overall, peliputan ini cukup lama juga, dari jam 9 pagi sampai dengan jam 12 siang, tapi sangat excited. Apalagi, ternyata acara Cabe Rawit ini merupakan kerjasama antara SCTV dengan SiwssContact, sebuah LSM NGO dari Swiss yang concern terhadap pemberdayaan UKM. Jadi, benar-benar mengambil sudut pandang dari si UKM yang bersangkutan serta berusaha menampilkan kelebihan dan keunikan dari UKM yang diliput.

Nah, mengenai jadwal tayangnya di Liputan 6, kami baru akan dikabari 1-2 minggu lagi, karena semua liputan yg sudah diambil gambarnya tersebut masih butuh proses editing dll, sehingga biasanya jadwal tayang berjarak sekitar 2 minggu dari peliputan.

Dan, semoga banyak berkah yang bisa kami dapatkan dan semoga apa yang kami lakukan bisa menjadi insirasi bagi semua...Amin...

Selasa, 09 September 2008

"Sedikit Cerita dari Seminar E-Commerce untuk UKM ..."

Dear rekans...

Hari Sabtu, 30 Agt 2008 lalu saya diundang untuk menjadi pembicara dalam sebuah seminar bertema "E-Commerce Untuk UKM" yang diadakan oleh Forda UKM Jatim, CTLC Jatim, Microsoft dan Universitas Surabaya (UBAYA) serta Popline Productivity. Awalnya saya agak bingung, wah...mau bicara apa nih, saya kan bukan pakarnya Internet Marketing / E-commerce. Tapi setelah diyakinkan suami (andi sufariyanto) dan ternyata tepatnya sebagai testimonial untuk contoh UKM yang ber-internet marketing dalam jualan, akhirnya saya bersedia. Plus juga karena difasilitasi 2 stand gratis untuk memajang produk. Jadilah saya bawa saja contoh-contoh produk PourVous dan Virto Smart Office (he...he...sekalian promosi... :-)

Pada hari-H, karena acara katanya mulai jam 9 pagi, maka jam 8.30 saya sudah tiba di lokasi bersama dua GM saya (PourVous dan Virto Smart Office--soalnya staf yg lain pada ada jadwal lain sehingga GM inilah yang turun gunung sekaligus melatih kembali kemampuan ber"jualan" dan memarketingkan perusahaan & produk...).

Setelah ngobrol dengan mas Airlangga B. Amitaba (pembicara juga, web developer serta Microsoft Registered Partner) dan Bapak Moderator, akhirnya dimulai juga acaranya yang ternyata molor 1,5 jam dari jadwal (saya sudah menduganya, karena pernah beberapa kali mengikuti acara yang ditujukan untuk UKM biasanya memang "ngaret").

Sesi pertama diberikan untuk mas Airlangga yang memaparkan betapa mudahnya membuat web (apalagi banyak yg gratis) sampai akhirnya jadi konsultan untuk istilah-istilah di internet karena banyak yang masih AWAM tentang internet.

Saat sesi saya, saya lebih banyak sharing tentang pengalaman saya membuat web company profile PourVous dengan menggunakan blogspot (www.rumahcantikku.com) secara otodidak - padahal sebelumnya saya ga ngerti sama sekali tentang blog, gara-garanya penasaran sama temen2 TDA yg udah pada nge-blog. Juga tentang saat saya penasaran cara membuat toko online dan akhirnya berujung pada kerjasama dengan Pak Iwan-TDA Jakarta (www.dcparfum.com), dimana beliau akhirnya menawarkan diri menjadi agen online PourVous dengan membuka online store PourVous (www.amour-shop.com).

Dari seminar ini, ada beberapa hal yang saya tangkap dan dapat saya simpulkan bahwa :
  1. Mau tidak mau kita harus menyadari bahwa sebagian besar UKM di Indonesia, ternyata BUTA INTERNET bahkan tidak sedikit yang BUTA KOMPUTER. Saya sampai agak miris mendengar bahwa sebagian besar peserta seminar tersebut ternyata banyak yang tidak pernah menyentuh komputer, padahal tidak sedikit yang sudah "berbisnis" sejak 5 atau 10 tahun yang lalu. Bagi mereka, komputer apalagi internet adalah BARANG MAHAL dan SUSAH DIAPLIKASIKAN.
  2. Sudah jadi rahasia umum bahwa UKM kita sebetulnya mampu memproduksi produk-produk yang berkualitas, hanya saja mereka rata-rata kesulitan dalam hal MARKETING serta kalah dalam hal IMAGE PRODUK dari produk sejenis dari luar negeri misalnya China dan Thailand. Padahal secara kualitas kita tidak kalah.
  3. Satu hal yang paling membuat saya sedih adalah mental UKM kita (walaupun tidak semuanya dan sudah banyak yg berhasil berkembang pesat), khususnya di daerah yang bermental "Tangan Di Bawah" maksudnya meminta dibantu modal, meminta dicarikan pembeli/buyer, meminta diajari ini itu, meminta bantuan fasilitas dan lain sebagainya. Masih sedikit rasa inisiatif untuk belajar dan berusaha mencari informasi untuk mengembangkan usahanya. Sehingga tidak sedikit dari mereka yang berpuas diri jika bisa menjual secara grosir atau mengerjakan makloon untuk diekspor ke negara lain dan kembali ke Indonesia tanpa tertera "made in indonesia".
Sungguh, bukan maksud saya untuk sengaja menjelekkan UKM kita, tapi ini adalah kenyataan yang saya temui di beberapa kali kesempatan. Tapi, Alhamdulillah sudah banyak juga yang mau berubah dan akhirnya menunjukkan perkembangan positif. Nah, PR-nya adalah yang belum berubah ini juga banyak...gemes rasanya!!!

Saya tidak tahu pasti untuk saat ini, apa yg bisa saya lakukan selain sharing2 ilmu yg saya ketahui (saya akui saya juga masih harus banyak belajar). Saya yakin, rekan-rekan yang lain juga memiliki rasa yang sama dengan saya, bahwa kita tidak rela kalau produk-produk Indonesia hanya dipandang sebelah mata dan komoditas UKM kita selalu kalah dari negara lain.
Satu hal, kita harus selalu buka mata-buka telinga-buka hati-untuk selalu mau belajar dan belajar memperkaya diri dengan ilmu dan wawasan agar kita tidak menjadi "katak dalam tempurung" karena UKM Indonesia punya POTENSI LUAR BIASA untuk berkembang dan melesat menyejajarkan diri dengan negara-negara maju di dunia...

Sukses UKM Indonesia...!!!

Rabu, 20 Agustus 2008

LAILA ASRI, Gerilya Membangun Bisnis Amour Pourvous

(Dimuat di Majalah Wirausaha Keuangan Edisi Agustus 2008)

Banyak orang bermimpi dapat membangun bisnis dalam sekejab. Padahal bisnis memerlukan ketekunan, focus dan strategi tersendiri. Laila Asri membuat catatan kecil bagaimana ia membangun bisnis kecantikan ini.


Resminya, bisnis ini dimulai pada bulan September 2007 lalu. Tetapi beberapa bulan sebelumnya, taraf uji coba sudah dilakukan. Bergerilya. Mula-mula produk dijual k keluarga dan teman. Dari mereka, karena responnya positif, akhirnya saya memberanikan diri menerima order yang lebih besar dari perorangan maupun dari hotel atau spa. Dari berbagai order yang diperoleh saya berusaha melakukan perbaikan, baik dari sisi produk maupun dari packagingnya.

Pengaruh Packaging

Saya percaya bahwa packaging memberi pengaruh besar bagi produk. Sebagus apapun produknya kalo packaging nya biasa, jadinya kan biasa. Saya yakin kami memiliki produk bagus, untuk itu saya berusaha juga memberikan packaging yang menarik.
Alhamdulillah. Perkembangannya menggembirakan. Peluangnya juga terbuka luas. Untuk memperluas pasar, kami menawarkan kerjasama kepada yang berminat dengan menjadi agen atau distributor.

Menjadi agen, syaratnya mudah. Cukup hanya berbelanja minimal Rp. 750 ribu, diskon yang kami berikan progresif, dari 15% sampai dengan 40%. Kami juga memberikan fasilitas proteksi area untuk agen tunggal. Penawaran kedua, menjadi mitra counter dengan membuka counter Amour PourVous dengan diskon dan strategi pemasaran yang menarik.

Melayani curah
Saat ini, selain menjual dengan merek sendiri, kami juga melayani pembelian produk spa dan aromatherapy secara curah/kiloan/literan untuk kebutuhan salon/spa/hotel, karena kami juga menyediakan perlengkapan spa.

Dukungan suami sangat mendukung usaha ini. Selain karena melihat prospeknya yang bagus, juga karena sejak awal pernikahan kami berkomitmen untuk saling mendukung pribadi masing-masing untuk berkembang dan mengeksplorasi kemampuan kamu sehingga selalu bertambah wawasan dan selalu belajar menambah ilmu. Saya juga banyak belajar dari suami tentang banyak hal dalam berbisnis, terutama dalam hal pengaturan keuangan dan negoisasi. Juga tentang pentingnya integritas dan kejujuran dalam menjalin hubungan dengan siapapun.

Rencana bisnis kedepan, kami akan concern bagaimana produk kamu bias dikenal di Indonesia. Untuk itu, ada beberapa agenda pameran yang akan kami ikuti tahun 2008 ini.
Selain itu, kami juga sedang menyiapkan took online sehingga lebih memudahkan konsumen kami dalam mendapatkan produk-produk amour.

Bisnis, Sinergi Bersama Suami
Berbisnis dengan pasangan sungguh mengasyikkan. “suami saya mengelola bisnis sendiri. Produknya juga berbeda. Problem yang saya hadapi dengan yang dia hadapi juga tidak sama,” ujar Laila kepada WK. Namun karena bermacam perbedaan itulah kami memiliki cara memecahkan bersama, yaitu mendiskusikan berdua.

“Karena kami suami istri, enaknya adalah kami dapat membahas permasalahan bersama dimana saja dan kapan saja. Selain itu, karena visi kami sama, sehingga memudahkan kami dalam mengambil keputusan. Kami memiliki big goal yang sama,” cetusnya.

Kadangkala ada perbedaan pendapat antara kami berdua, yang akhirnya terbawa ke rumah. Tetapi biasanya tidak sampai berkepanjangan karena akhirnya setelah keputusan dihasilkan dan dieksekusi, hasilnya adalah tanggung jawab kami berdua. Itulah enaknya berbisnis bersama, karena resiko dan beban tidak ditanggung sendiri tetapi dibagi bersama.

“kami tidak akan menyalahkan satu sama lain, karena keputusan yang dibuat adalah keputusan bersama,” ujar Laila.

Ketika kami memutuskan menjadi entrepreneur kami harus belajar banyak hal. Belajar produksi, pemasaran, keuangan, sampai tentang bagaimana menghandle SDM dan pelanggan.

Setiap entrepenuer harus mau belajar. Berani mencoba dan segera bertindak. Kalo terlalu lama berfikir risiko pasti tidak akan pernah berani melangkah.

Jumat, 27 Juni 2008

Amour*PourVous Ganti Nama

Breaking News !!!

Amour*PourVous ganti nama! Karena alasan paten merek, maka kami memutuskan untuk mengganti merek "Amour*PourVous" menjadi "PourVous", yang artinya Untukmu (bhs. Perancis). Semoga dengan perubahan nama ini, kami menjadi lebih berkilau dan bersemangat menyambut begitu banyaknya peluang yang ada di depan mata. Dan dengan nama dan logo baru ini, kami semakin percaya diri untuk melangkah dan berlari lebih cepat lagi. Sebagai informasi, kami mengurus patent ini melalui kantor patent BNL Patent di Surabaya dan mendaftarkannya pada 3 kelas, yaitu kosmetik, toko/outlet, serta franchise & lisensi (karena kami berencana meluaskan jaringan outlet PourVuous ke seluruh Indonesia bahkan Asia Pasifik dan seluruh dunia. Amin!!!

Saran dan kritik selalu kami nantikan dari rekan-rekan semua. Silahkan kunjungi situs kami di : www.rumahcantikku.com

Selasa, 24 Juni 2008

Pengalaman Pertama : PourVous mengikuti Pameran Franchise

Alhamdulillah...Puji syukur tak terkira kami panjatkan kehadirat Allah SWT., karena hanya berkat ridhoNya lah kami dapat mengikuti pameran International Franchise, License and Business Concept Expo 2008 di Jakarta Convention Center pada tanggal 20-22 Juni 2008 yang lalu.
Dengan persiapan yang serba minim dan terburu-buru, akhirnya kami berangkat juga, dan Alhamdulillah, sekali lagi kami mendapat fasilitas ini secara GRATIS dari Departemen Perindustrian dan Perdagangan bersama dengan 51 peserta lain dari seluruh Indonesia. Alasan utama kami mengikuti pameran ini adalah karena kami ingin membuka wawasan perkembangan bisnis franchise di Indonesia serta belajar dan mencari inspirasi dari peserta yang lain, di luar tentunya untuk semakin meluaskan awareness tentang produk kami.

Banyak pelajaran berharga yang kami dapatkan, dan sekali lagi, kami percaya bahwa peluang dan kesempatan memang ada dimana-mana. Hanya saja, apakah kita tahu dan siap dengan peluang dan kesempatan tersebut ? seperti kata pepatah cina, bahwa HOKI = KESEMPATAN + KESIAPAN. Bahwa kita SIAP dengan ILMU dan WAWASAN yang memadai untuk menangkap sebuah PELUANG/KESEMPATAN.

Juga, dalam ajang pameran kali ini kami dapat bersilaturahmi dengan rekan-rekan TDA (total dari TDA kurang lebih ada 17 Stand, di luar yang berangkat melalui Disperindag Kota Surabaya seperti kami). Sungguh luar biasa dapat sharing pengalaman dengan rekan-rekan TDA, seperti Pak Roni (Manet Vision), Mbak Yulia Astuti (Moz5 Salon), Pak Hadi Kuntoro (Raja Selimut), Pak Iim (DokterKomputer.com), Mbak Diah Yusuf (Qimo's Perfumeries), dan masih banyak rekan-rekan yang lain.

Tentang PourVous sendiri (kami sekarang menggunakan nama ini dengan alasan nama AMOUR sudah ada yang mematenkan, sehingga kami putuskan memakai nama belakangnya saja : PourVous:artinya Untukmu-dari bahasa perancis). Respons dari pengunjung terhadap produk kami juga sangat besar dan tidak sedikit dari mereka yang tertarik menjadi agen kami. Selain itu, banyak juga yang bilang produk kami seperti Body Shop, Amin...semoga kami juga bisa menyamai bahkan melebih prestasi The Body Shop kelak... Hal ini menjadikan kami terpacu untuk selalu berbuat yang lebih baik lagi, dan tidak sekedar menjual produk tetapi juga menjual konsep (context).

Dan, Alhamdulillah sekali lagi, karena dengan kesempatan ini kami juga mendapat kesempatan mencari peluang usaha baru (tunggu saja kejutannya...), dan salam untuk rekan semua. Sukses selalu!!!

Selasa, 17 Juni 2008

Amour*Pourvous Goes to International Franchise, License and Business Concept 2008

Alhamdulillah, Amour*PourVous (sekarang "PourVous" aja) akan mengikuti Pameran International Franchise, License and Business Concept 2008 di Jakarta Convention Centre (JCC-Balai Sidang), menempati stand no. M23, Main Lobby.
Keberangkatan kami saat ini sebetulnya adalah buah dari kenekatan kami saat mendapat tawaran dari Disperindag kota Surabaya untuk berangkat mewakili Jatim sebagai salah satu peserta dengan konsep bisnis yang dianggap potensial untuk diwaralabakan.

Kalau ditanya siap apa nggak, sebetulnya agak2 ga siap juga, karena banyak hal yg harus kami siapkan sehubungan bahwa sebenarnya kami juga belum membuat konsep business opportunity / franchise untuk Amour*PourVous. Apalgi kami juga sedang mengikuti pameran Jakarta Fair 2008 (Pekan Raya Jakarta di Kemayoran)...jadi segala sesuatunya serba mendadak dan harus supercepat!!!
Tapi, melihat peluang yang datang (pameran ini kami ikuti GRATIS, padahal kalo bayar sekitar Rp 25jt per stand)...akhirnya dengan ucapan Bismillah...kami bulatkan tekad untuk berangkat, sekaligus sebagai pengalaman kami untuk bisa belajar dari rekan2 pebisnis di jakarta. Dan kami akhirnya membuat konsep kerjasama bisnis untuk rekan-rekan yang ingin bekerja sama dengan kami sebagai Mitra Amour*PourVous. (bisa e-mail japri ke saya soal ini : info@rumahcantikku.com)

Dan surprise-nya, ternyata saya berdekatan stan dengan beberapa teman-teman TDA Jakarta, bahkan sebelahan dengan stand Mbak Dyah Yusuf...InsyaAllah bisa saling bersilaturahmi di sana...sekaligus menimba ilmu baru dan wawasan baru.

Doakan kami ya...untuk yg sempat, silahkan mampir ke stand kami (stand No. M-23, Main Lobby Area)...Terima kasih sebelumnya atas perhatian dan doa dari rekan-rekan semua...

Sabtu, 24 Mei 2008

Lagi, Amour Ikut Pameran GRATIS !!!

Sekali lagi, Amour*PourVous akan ikut PAMERAN GRATIS!!! InsyaAllah, bulan Juni 2008 ini, kami akan kembali mengikuti 2 Event Pameran di Jakarta, yaitu di JAKARTA FAIR 2008 / Pekan Raya Jakarta (12-19 Juni 2008) di JIExpo Kemayoran Jakarta.

Dan yang satu lagi adalah PAMERAN WARALABA, LISENSI DAN PELUANG USAHA yang diadakan oleh Direktorat Bina Usaha & Pendaftaran Perusahaan pada tanggal 20-22 Juni 2008 di Main Lobby & Plenary Hall Jakarta Convention Centre.

Dua pameran tersebut bisa kami ikuti secara GRATIS, kami hanya membayar biaya akomodasi & transportasi saja. Kenapa bisa begitu ? karena Amour*Pourvous adalah mitra binaan dari Disperindag Jatim & Dekranasda Surabaya. Info tersebut kami dapatkan dari rekan-rekan di kedua Instansi tersebut.

Bahkan, untuk PAMERAN WARALABA, LISENSI DAN PELUANG USAHA, kami adalah satu diantara dua UKM (satu lagi adalah Snack Syafrida) yang ditunjuk oleh Dekranasda Surabaya untuk mewakili Surabaya berangkat ke pameran tersebut karena bisnis kami dinilai LAYAK dan BERPOTENSI untuk diwaralabakan atau sebagai Business Opportunity.

Dan setelah melalui beberapa kali seleksi, akhirnya Alhamdulillah kami terpilih menjadi salah satu wakil Jawa Timur & Surabaya di 2 event Nasional tersebut.

Buat rekan-rekan yang memiliki produk yang unik dan yakin bahwa produk tersebut dapat diterima pasar, jangan pernah ragu untuk mendatangi instansi terkait (seperti Disperindag Jatim, Disperindag Kota, maupun Dekranasda Surabaya) ataupun BUMN agar bisa menjadi mitra binaan mereka. Saat ini saya sedang dalam proses mengajukan menjadi mitra binaan Pertamina. Bukan sekedar untuk mencari pameran gratis (walaupun ini juga salah satu keuntungannya), tapi juga meluaskan networking kita dan agar bisnis kita semakin dikenal. Selain itu, juga meluaskan tali silaturahmi ga ada ruginya kan?!?!

Kalau ingin menjadi mitra binaan, syaratnya adalah bahwa produk kita memang ada, punya keunikan (kalau ingin lebih diingat & segera dikenali), punya kelebihan (apakah dari packaging, isi produk, label, dll), dan jangan lupa bawa marketing tools yang bisa membantu (kartu nama, katalog, brosur, contoh produk).

Serta satu hal, tidak harus berbadan usaha (walaupun kalo punya akan lebih baik, tapi ga harus kok). Usaha perorangan juga boleh. Dan rajin-rajinlah menghubungi mereka untuk mencari informasi, apalagi karena kalau kita masih baru disana. Dan juga yang tidak kalah penting, Selalu SIAP setiap saat, maksudnya kita sudah siap dengan produk kita, jangan masih coba-coba. Nanti kalau kebanjiran pesanan pas pameran, wah jadi bingung dan akhirnya nama kita yang jelek karena tidak siap menerima order.

Oke, semoga sharing dari saya bisa sedikit membantu untuk rekan-rekan semua. Segera ACTION dan jangan terlambat mengambil keputusan. DO IT NOW!!!

Minggu, 20 April 2008

Alhamdulillah, Saya Menang!!!

Alhamdulillah...itu kalimat pertama yang saya ucapkan saat saya diberitahu sekretaris saya bahwa ada Fax Pemberitahuan dari Majalah FEMINA bahwa saya memenangkan Penghargaan Kompetisi UKM yang diadakan oleh FEMINA. Pengumuman resminya bisa dilihat hari ini di Majalah Femina No.17 (Covernya Cathy Sharon & Julie Estelle).
Awalnya saya mengetahui informasi kompetisi ini dari milis Tangan Di Atas pusat, lalu saya tertarik untuk mengikuti.
Beberapa hari kemudian, saya di telp pihak Femina untuk klarifikasi data & interview...total 3x saya di-interview jarak jauh...semuanya seputar bisnis saya...
Satu hal yang saya ingat betul, saya memiliki keyakinan kuat bahwa saya akan menang (walau sebenarnya ga tau juga apa alasannya saya menang sih...)...dan Alhamdulillah, sekali lagi Law Of Attraction berlaku...Allah SWT mengikuti prasangka hambaNya...
Saya ditetapkan sebagai salah satu pemenang, dan salah satu hadiahnya adalah berhak mendapat stand GRATIS untuk mengikuti pameran SMEs'Co yang diadakan oleh Kementrian Koperasi & UKM bulan Agustus nanti...
juga mengikuti Seminar & Workshop yang diadakan oleh Femina 26 Apr ini di Balai Kartini, Jkt...
Alhamdulillah, jadi saya berangkat ke Jkt sekalian utk 2 acara :
  1. INACRAFT 2008 (Stand No.231-234 Hall B Jakarta Convention Centre-JCC) tgl 23-27 Apr2008
  2. Seminar & Workshop Femina, tgl 26 April 2008 di Balai Kartini, Jakarta
Alhamdulillah tak terkira, tidak hanya saya yang gembira, tapi juga seluruh TEAM kami...

Semoga apa yang kami lakukan bisa menjadi berkah untuk banyak orang...Amin...

Sabtu, 05 April 2008

Menjalin Networking dg Komunitas & Instansi

Cara khusus ? Tidak Ada yg Istimewa kok...
Persiapan khusus ? Iya sih...

Tentang bagaimana caranya masuk ke komunitas perajin maupun ke pemkot sby, menurut saya tidak ada yg istimewa. Saya melakukan hal yg sama dengan yg dilakukan rekan2 lainnya.
Sejak awal saya memang berusaha mencari informasi komunitas yg terkait dg bisnis saya, juga instansi yg kira-kira terkait. Saya cari informasi melalui internet, koran, dll. Dan apa yg saya lakukan sebetulnya masih jauh dibanding rekan2 yg lain. Saya saat ini baru tergabung di 3 tempat : Pelatihan Promosi Produk Ekspor Daerah (P3ED jawa timur), Dewan Kerajinan Nasional Daerah Jawa TImur Pemerintah Kota Surabaya (Dekranasda Pemkot Sby) dan Asosiasi Perajin Jawa Timur (APJ).

Lalu, kebetulan ada temen saya yg memberitahu bahwa APJ sdg kerjasama dg Royal Plaza. Tapi, dia hanya menginformasikan lho, selanjutnya bagaimana tergantung dr kita sendiri.
Setelah saya mendapat informasi tsb, lalu saya coba mencari contact person pengurusnya dan saya hubungi beliau (Ibu Lilik-Ketua APJ).
Pada saat akan menemui beliau, saya mempersiapkan "senjata" untuk maju perang, yaitu : kartu nama, company profile, brosur, katalog produk, dan sample product. Saya betul-betul mempersiapkan semua itu dengan serius, seolah-olah saya akan menghadapi calon klien/buyer.

Dan setelah melihat produk kami, beliau langsung tertarik dan mengajak untuk bergabung membuka stand di Royal Plaza. Proses ini sangat cepat sekali, tidak sampai 1 bulan. Tawaran tsb sangat menarik, karena setelah kami hitung2, costnya lumayan minimal dan ini merupakan test & measure kami akan penerimaan konsumen sby (jujur selama ini kenapa saya lebih suka "main" di luar sby krn kami menganggap sby itu ibarat "kawah candradimuka", susah-susah gampang menghadapi konsumen sby)

Dengan Dekranasda pun sama. Saya mempersiapkan senjata yg sama dan berusaha menjalin hubungan baik dg pihak dekranasda. Malah, sebetulnya saya sudah terlambat untuk mendaftar ikut Inacraft 2008, tapi setelah saya memperkenalkan produk, pihak dekranasda tertarik karena packaging produk kami bagus (ehem...menurut mereka lho...he...he...) dan berbeda dg yg sudah pernah ada. Apalagi kami justru dianggap yg paling siap berangkat (krn stok sudah siap dan persiapan2 lainnya).

Dengan P3ED juga cara & senjatanya sama. Mereka tertarik krn produk kami bagus dan packaging-nya bagus (menurut mereka lagi lho...)

Jadi, itu juga yg sering saya sharingkan ke rekan2 kenalan saya yg juga di UKM, bahwa PACKAGING itu PENTING, karena terkait dg IMAGE dan SUGESTI calon customer. Juga, kita mempersiapkan "senjata" yg bisa kita bawa setiap saat. Seringkali saya lihat, banyak UKM-UKM di Sby, jatim, dan Indonesia yg menurut saya menganggap packaging, image dan marketing tools adalah pemborosan dan tidak perlu. Dan hal itu pula yg menurut saya akhirnya membuat produk-produk UKM Indonesia selalu KALAH dengan produk UKM negara lain.
Semangat untuk mengangkat produk-produk Indonesia itu pula yg menjadi salah satu alasan saya mendirikan bisnis ini. Bahkan, bukan karena saya sok kebarat-baratan, sehingga Brand Produk kami menggunakan nama Perancis (Amour PourVous = Cinta Untukmu), tapi lebih karena kami ingin mengglobalkan produk kami. Think Global, Act Local!!!

Mungkin itu yg bisa sedikit saya sharingkan untuk rekan2 semua, Semoga bermanfaat...

Laila Asri
Owner & Managing Director of
Amour*PourVous, Natural Handmade BodyCare & Aromatherapy

Our New Store


Soft Opening of Amour*PourVous New Counter
at ROYAL PLAZA SURABAYA
Lantai LG Blok AA1-28 (selantai dg Hypermart)-Craft Centre

Kamis, 21 Februari 2008

Penyakit Calon Pebisnis atau Pebisnis Pemula

Saya ingin sekedar sharing disini tentang pengalaman saya beberapa waktu lalu...semoga bisa bermanfaat utk rekan-rekan yang lain...

Saat ini, salah satu bisnis yang sedang saya tekuni adalah produksi dan distribusi produk-produk perawatan tubuh, spa dan aromatherapy berbahan dasar alami (dengan brand : Amour*PourVous). Pada saat saya memulai bisnis ini, ada berbagai rencana dalam pikiran saya, karena saya yakin, produk kami memiliki kualitas yang bagus, namun kurang dalam hal marketing dan packaging.

Lalu, saya mulai menyusun strategi marketing apa saja yang bisa saya lakukan. Mulai dari mendirikan workshop yang bagus dengan peralatan memadai dan showroom yang mewah, mempekerjakan seorang desain grafis untuk mendesain label yang sekelas The Body Shop / L'Occitane, cetak brosur, cetak katalog, buat Roll-Banner, ikut pameran di mal-mal, buka counter di mall, roadshow ke daerah-daerah, sampai mempunyai toko online canggih sekelas The Body Shop atau Amazon.com (ini Big Dream saya untuk bisnis online Amour). Saya bahkan sempat survey ke beberapa lokasi mall yang saya anggap sesuai dengan pangsa pasar kami.
Lalu, dengan semangat 45, rencana tersebut saya ajukan ke suami saya (sebagai Direktur Utama Group usaha kami) dengan penuh passion dan harapan sang mas akan menyetujui usulan saya.

Dan, rekan2 tau apa jawabannya ? sungguh di luar dugaan saya, bahkan sempat membuat saya kecewa...!!!

Dia bilang, memang usulan planning yang saya buat bagus, sangat bagus...tapi dia bilang bahwa untuk melakukan semua itu, butuh dana yang tidak sedikit dan tidak ada alokasi dana untuk usulan saya...(tadinya saya berpikir dia akan membantu saya meminjami dana atau paling tidak membantu mencarikan dana, dari KTA, atau pinjaman bank lainnya--karena dia sering sekali ditawari pinjaman-pinjaman bank, tapi sering ditolak, karena belum tahu untuk apa...)
Dan ada satu kalimat dia yang saat itu saya belum terlalu paham maknanya (bahkan jujur saya malah agak sedikit "mangkel" dengan ucapan dia :-)
Dia bilang, Jangan memikirkan apa yang kamu tidak punya. Fokuskan pada apa yang kamu bisa dan kamu punya. Pasti ada jalan (katanya dia membaca kalimat tsb dari sebuah buku, tapi lupa judulnya).

Saat itu, saya kecewa...kecewa karena apa yang saya pikir akan didukung oleh suami, ternyata malah sebaliknya...

Butuh sekitar 1 hari buat saya untuk meredam rasa kecewa saya, sampai akhirnya saya mulai berpikir apa yang saya bisa dan saya miliki. Saya mulai melihat lagi rincian rencana yang sebelumnya saya buat dan akhirnya jadi seperti ini :
  1. Workshop, setelah saya pikir-pikir lagi, sebenarnya belum perlu kok harus punya tempat sendiri. Akhirnya saya pakai garasi rumah untuk packaging, finishing, dan packing. Toh, utk produksi masih bisa dilakukan rumah teman saya (yang memang bertanggung jawab utk produksi). Masalah-1 selesai.
  2. Desain label, brosur dan katalog. Setelah saya bertanya ke beberapa percetakan, ternyata cukup mahal juga biaya pembuatannya, karena kita harus pesan sekian ribu pcs supaya harga jatuh per pcs-nya murah. Dan, ternyata jasa desain grafis utk pembuatan desain label, brosur, dan katalog cukup mahal. Akhirnya berbekal belajar otodidak pakai Coreldraw, dan nyontek label2 kemasan yang sudah ada, saya bisa menyelesaikan pembuatan label, brosur dan katalog. Lalu, nyetaknya di Digital Print, karena tidak ada minimum order. Masalah-2 selesai.
  3. Roll-Banner, kebetulan ada teman suami saya yang bisa membantu membuatkan dengan biaya minimal. Masalah-3 selesai.
  4. Ikut pameran di mall & buka counter di mall. Ternyata, setelah saya survey, biaya sewa tempatnya Mahal sekali !!! Utk lokasi yang saya incar (karena menurut saya lokasi tsb paling sesuai dg target market yg saya bidik), harga sewa per dua minggu bisa mencapai Rp14jt. Kalau yg counter, malah per m2 sampai Rp300rb. Dan itu diluar service charge, ppn, tambahan listrik, dll...waduh-waduh...lumayan juga ya...akhirnya teman saya menyarankan utnuk mendaftar sebagai binaan di P3ED Jatim & Disperindag, katanya bisa ikut pameran gratis...dan mendaftarlah saya kesana. Alhamdulillah, saya sudah bisa ikut pameran (bahkan sampai ke luar p.jawa lho...) gratis..tis..tis...cuma bayar transport dan akomodasi. dan, tiap pameran, omzet retail saya benar-benar di luar dugaan, rata-rata sekitar Rp 20 jt-an (padahal pamerannya cuma 5 hari lho)...Bahkan, saya juga pernah ikut pameran di ParisVanJava Mall di Bandung selama 20 hari, gratis...karena sistemnya bagi hasil. Dan impian saya Roadshow (he...he...he...ini istilah yg saya pakai kalau mau ikut pameran) ke daerah bisa terlaksana...Bahkan, insyaAllah, saya akan ikut pameran di INACRAFT 2008-Jakarta dan Indonesia Trade Expo 2008, Gratis!!!
  5. Punya TOKO ONLINE CANGGIH, wah...ternyata utk membuat dg kualitas spt thebodyshop atau amazon, biayanya minimal Rp 20jt...mahal banget...akhirnya saya coba-coba belajar buat blog (soalnya gratis, he...he...)...dan setelah belajar beberapa hari dan saya utak-atik sendiri, jadilah toko online saya (atau mungkin katalog online ya)...lalu supaya lebih kelihatan profesional, saya tinggal beli domain+forward-nya (cuma Rp 105rb...bayangkan murahnya!!!), lalu di forward ke blog saya, dan jadilah toko online saya di : www.rumahcantikku.com dan Alhamdulillah, sekarang sudah menghasilkan beberapa order, bahkan dari luar jawa...saya sampai terkagum-kagum sendiri...Subhanallah...

Ternyata benar kata suami saya (he...he...muji suami sendiri nih...), bahwa dengan fokus pada apa yg kita bisa & kita miliki, ada banyak hal yang sebenarnya bisa kita lakukan (terutama di luar masalah modal yang seringkali jadi hambatan--atau mungkin sengaja dijadikan hambatan--bagi calon pebisnis atau pebisnis pemula)...Memang benar kata buku-buku motivasi, kata pembicara-pembicara, kata pengusaha-pengusaha sukses, bahwa MODAL UTAMA UTK SUKSES BERBISNIS ADALAH DIRI KITA SENDIRI...!!!

Dan Alhamdulillah, saat ini workshop saya sudah punya tempat sendiri (tidak di garasi lagi), kami juga sudah menggunakan packaging yang cukup mewakili apa yang saya mau,karena bisa ketemu supplier kemasan yang ga harus beli banyak kayak di pabrik (di pabrik minimal 10.000 pcs per item model). Label, brosur dan katalog juga mulai lebih bagus dan menarik (menurut beberapa teman saya dan konsumen, serta agen2 Amour).

Order juga terus berdatangan, baik dari agen, retail, konsumen online, sampai salon-spa, bahkan ada beberapa salon-spa yang mau buka/sdh buka di Jkt, bandung, dan Sby, bahkan luar p.jawa sudah menyatakan oke utk mengambil produk dari kami.
Padahal, sampai saat ini kami tidak punya Showroom resmi. Andalan kami adalah kartu nama, telepon (utk mem-follow up calon2 agen yang mengunjungi stan kami saat pameran2), blog kami (www.rumahcantikku.com), e-mail dan silaturahmi dengan berbagai rekan (tambah ilmu, tambah kenalan, syukur-syukur juga tambah orderan, he...he...)

Itu sekedar sharing dari saya, semoga bisa bermanfaat, terutama utk rekan-rekan calon pebisnis dan pebisnis pemula, yang biasanya sering dihinggapi penyakit "rumput tetangga lebih hijau" (seperti saya juga), maksudnya, melihat rekan pebisnis yang sudah sukses dan besar, maunya bisnis kita juga langsung besar (padahal butuh modal yang besar pula, akhirnya pusing cari pinjaman kanan-kiri, gak sabar utk dapat pinjaman bank, maunya sekali dipinjami langsung dapat besar...) padahal, selalu ada proses yang harus kita lalui menuju kesuksesan... dan seringkali kita lupa bahwa sebenarnya DIRI KITA ADALAH MODAL UTAMA!!!

Saya juga tidak bermaksud menggurui, hanya sekedar berbagi cerita...

Salam sukses :-)

Pengalaman Pameran di Makasar

Sekitar akhir Nov-Dec 2007 lalu, saya ikut pameran yang diadakan sama Pusat Pelatihan dan Promosi Produk Ekspor Daerah (P3ED) yang diadakan di Celebes Convention Center, Makasar (Ujung Pandang) dengan membawa produk-produk spa dan aromatherapy saya dengan merek Amour*PourVous. Karena itu pengalaman pertama ikut pameran, wah...persiapan saya bener2 kayak mau berangkat perang.

Bayangkan, untuk stok produk selama 5 hari pameran saja plus perlengkapan, total saya membawa cargo seberat 250-an kilogram...Awalnya sempet ragu juga sih, laku ga ya barang saya disana...

Akhirnya saat menata stand, kita bener2 ngakalin gimana stan kita terlihat menarik dan beda sama yang lain. Dan untuk ini, kita bener2 harus mikirin gimana barang kita bisa terdisplay semua dengan lahan terbatas (maklum, soalnya 1 stand diisi oleh 2 UKM).
Jadilah, yang namanya kardus-kardus dibalik dan dijadiin meja, ditutupin pake kain-kain...trus karena ga boleh nempel macem2 di partisi, akhirnya shopping bag Amour kita gantungin di rak-rak...sekalian brand awareness... :-)
Dan setelah sekitar 3 jam-an saya, asisten saya (mbak yuni...) dan suami berbenah, jadilah stan kami...yah, cukup layaklah, sambil harap2 cemas utk pembukaan esok harinya...

Pada saat hari pertama, omzet kami sekitar 750rb-an, tetap kami syukuri sambil berusaha memperbaiki display yang kelihatan kurang menarik dan mencari ide baru apa ya yang bisa ditampilkan supaya terlihat lebih menarik lagi...
Hari ke-2, Alhamdulillah omzet meningkat, sekitar 1,5 jt-an
Hari ke-3, sekitar 3,5 jt-an...Hari ke-4 sekitar 4jt-an...
Dan tibalah hari terakhir,saya sempet ketar-ketir, karena barang saya masih lumayan banyak (karena bawanya memang banyak banget sih :-)
Akhirnya setelah perjuangan menelpon calon2 agen, omzet hari terakhir sekiat 12jt-an!!!
Syukur Alhamdulillah, dan tahu ga, saya cuma pulang dengan cargo seberat 10 kg, berisi produk cacat dan beberapa perlengkapan...bahkan rak display saya berjumlah 2 buah pun ikut terjual, dibeli oleh Agen saya yang langsung masuk posisi Agen Gold karena dia langsung buka outlet di GTC Makasar...
Alhamdulillah...Law of attractions memang terjadi...selama perjalanan di pesawat, saya hanya membayangkan yang indah-indah...bahkan waktu suami saya bilang rak-nya gede banget, saya jawab "gak apa2, toh nanti laku di makasar" dan ternyata itulah kenyataannya...!!!

Jadi, hati-hati dengan pikiran anda, karena apa yang anda pikirkan, itulah yang akan terjadi!!!

Salam Sukses...